Purwokerto, Reazon.id – Cabai merah menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi di Kabupaten Banyumas selama Oktober 2026. Komoditas tersebut memberikan andil sebesar 0,05 terhadap inflasi, disusul cabai rawit sebesar 0,04.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas, Fatichudin, dalam Rilis Berita Resmi Statistik Kabupaten Banyumas, Senin (2/11/2026).
“Kita melihat cabai merah, cabai rawit sering muncul menjadi pemicu inflasi,” kata Fatichudin dalam siaran pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BPS.
Selain kedua komoditas tersebut, penyumbang inflasi lainnya yakni sigaret kretek mesin (SKM) dengan andil 0,03, serta kacang panjang dan buncis.
Di sisi lain, sejumlah komoditas justru memberikan andil terhadap deflasi di Banyumas. Di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, semangka, dan nangka muda.
Fatichudin menyebut, kondisi daging ayam ras dan telur ayam ras cukup menarik. Sebab, kedua komoditas tersebut sebelumnya menjadi penyumbang inflasi ketika program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan bersamaan dengan dimulainya aktivitas sekolah.
Menurutnya, penurunan permintaan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.
Ia menjelaskan, pada Agustus hingga September, masyarakat diduga meningkatkan pasokan telur dan ayam untuk memenuhi kebutuhan SPPG. Namun, pada Oktober, daya serap dari sejumlah SPPG mengalami penurunan seiring adanya unit yang menangguhkan atau menunda operasional.
Akibatnya, pasokan ayam dan telur di pasar menjadi melimpah. Kondisi tersebut op turut menopang deflasi dengan andil mencapai 0,08.
Sementara itu, berdasarkan pantauan Sistem Informasi Harga Pokok Kabupaten Banyumas per 2 November 2026, harga cabai merah keriting dan cabai rawit merah di Pasar Manis Purwokerto masing-masing tercatat sebesar Rp65.000 per kilogram.
Adapun harga daging ayam ras berada di angka Rp42.000 per kilogram, sedangkan telur ayam ras sebesar Rp25.000 per kilogram.***





Tinggalkan Balasan