Breaking News
Advertisement

Purwokerto Theater Movement Angkat Persaingan dan Ambisi Perempuan dalam “Purbasari vs Purbararang”

Screenshot 20261025 093948
Bagikan
Lihat Tersimpan

PURWOKERTO, REAZON.ID — Purwokerto Theater Movement menghadirkan pertunjukan folklore musical theatre bertajuk “Purbasari vs Purbararang” dalam rangkaian Soetedja Fest 2026. Pementasan ini mengolah cerita rakyat Purbasari dan Purbararang untuk mengangkat persoalan persaingan, ambisi, kecantikan, dan kedudukan sosial.

‎

‎Ketua Yayasan Seni Kie Bae sekaligus inisiator pertunjukan, Damar Nurani Yulandra, membawa kisah tersebut ke panggung melalui perpaduan dialog, musik, gerak, dan visual. Cerita rakyat yang telah dikenal masyarakat itu diolah dengan pendekatan kontemporer agar dapat dibaca melalui persoalan kehidupan masa kini.

‎

‎“Cerita rakyat tidak hanya bisa diwariskan, tetapi juga dikembangkan melalui berbagai bentuk ekspresi seni sesuai perkembangan zaman,” demikian rumusan pesan yang dapat dikonfirmasi kepada Damar terkait gagasan pertunjukan tersebut.

‎

‎Konflik Purbasari dan Purbararang menjadi titik berangkat untuk melihat bagaimana persaingan terbentuk ketika seseorang memandang orang lain sebagai lawan. Persoalan kecantikan dan kedudukan sosial yang muncul dalam cerita juga membuka ruang refleksi mengenai ukuran yang digunakan masyarakat untuk menilai seseorang.

‎

‎Pementasan ini tidak sekadar menghadirkan kembali kisah yang sudah dikenal, tetapi juga menawarkan cara baru dalam menikmati dan memaknai cerita rakyat melalui teater musikal.

‎

‎“Purbasari vs Purbararang” merupakan hasil pengembangan program residensi teater yang difasilitasi Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas pada 26–28 Agustus 2026.

‎

‎Setelah mengikuti residensi, para peserta membentuk Purwokerto Theater Movement sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan karya. Proses tersebut menjadi landasan bagi peserta untuk mengembangkan gagasan artistik dan mewujudkannya dalam pertunjukan.

‎

‎Keikutsertaan dalam Soetedja Fest 2026 menjadi kesempatan bagi kelompok tersebut untuk memperkenalkan hasil proses kreatif kepada masyarakat sekaligus berkontribusi pada perkembangan seni pertunjukan di Banyumas.

‎

‎Melalui “Purbasari vs Purbararang”, Purwokerto Theater Movement mempertemukan warisan cerita rakyat dengan ekspresi seni kontemporer. Pendekatan ini membuka kemungkinan bagi tradisi untuk terus hidup melalui penafsiran dan kreativitas generasi berikutnya.

Penulis

Reazon-03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *