BANYUMAS, Reazon.id— Batik Banyumasan menjadi sarana pengenalan budaya lokal bagi mahasiswa lintas negara. Dua mahasiswi asal Jerman dan Rusia bersama tujuh mahasiswa dari kampus lokal mengikuti kegiatan membatik di Sanggar Batik Bawor, Studio Kie Bae, Sokaraja, Banyumas, Selasa (27/10/2026).
Ketua Yayasan Seni Kie Bae, Damar Nurani Yulandra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama yayasannya dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH).
“Dua peserta berasal dari Jerman dan Rusia, tujuh peserta lainnya merupakan mahasiswa dari kampus lokal,” kata Damar seusai kegiatan.
Melalui praktik langsung, peserta diperkenalkan pada proses pembuatan batik sekaligus nilai seni dan budaya yang menyertainya. Kegiatan ini menjadi ruang belajar lintas budaya melalui tradisi yang tumbuh di tengah masyarakat Banyumas.
Damar mengatakan, pihaknya terbuka memfasilitasi kunjungan mahasiswa yang ingin mempelajari batik Banyumasan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Sementara itu, Direktur LPPSLH Barid Hardiyanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan seni dan budaya lokal kepada masyarakat internasional.
“Pertemuan lintas budaya melalui seni diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta apresiasi terhadap tradisi dan kreativitas masyarakat Banyumas,” kata Barid.
Pengenalan batik melalui praktik langsung diharapkan memperluas pemahaman peserta terhadap batik sebagai warisan budaya yang dapat dipelajari dan dikembangkan lintas generasi maupun negara.***





Tinggalkan Balasan