Breaking News
Advertisement

Aliansi Soedirman Melawan Kritik 2 Tahun Prabowo-Gibran, Soroti Anggaran MBG

IMG 20261019 WA0033
Bagikan
Lihat Tersimpan

PURWOKERTO – Reazon.id Aliansi Soedirman Melawan menggelar aksi solidaritas memperingati dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di depan Patung Kuda Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Senin (19/10/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengelolaan anggaran pendidikan dan kesehatan, serta kebijakan pembangunan desa.

Presiden BEM Unsoed, Azza Febra Pramudika, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini kita masih memiliki hati nurani dan moral bahwa negara gagal memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” kata Azza dalam orasinya.

Ia menyoroti kebijakan anggaran pemerintah yang menurutnya mengalihkan perhatian dan anggaran dari sektor pendidikan serta kesehatan untuk mendukung program MBG. Azza juga menilai program tersebut rentan terhadap praktik korupsi.

“Anggaran kesehatan, anggaran pendidikan dialihkan untuk program MBG, yang kita tahu sangat rentan dengan praktik korupsi,” ujarnya.

Selain itu, Azza menyatakan penolakan terhadap keberlanjutan kepemimpinan Prabowo hingga lima tahun mendatang. Ia mengajak peserta aksi menghidupkan semangat Jenderal Soedirman dalam merespons berbagai persoalan bangsa.

“Kita gaungkan Jenderal Soedirman tidak pernah diam melihat kekacauan yang ada di negara. Kita menyatakan sikap menolak penuh untuk melanjutkan kepemimpinan Prabowo hingga lima tahun,” kata Azza.

Aliansi Soedirman Melawan Soroti Anggaran Pembangunan Desa

Kritik terhadap program MBG juga disampaikan melalui orasi yang menyinggung kebijakan pembentukan Koperasi Desa. Salah satu orator mempertanyakan prioritas anggaran pemerintah ketika program tersebut berjalan bersamaan dengan kebutuhan pembiayaan pembangunan desa.

“Koperasi desa wajib ada di desa, tapi dana untuk pembangunan yang sedianya masuk desa dipangkas demi program utama MBG,” ujar orator tersebut.

Massa juga mengkritik proses pengisian jabatan menteri yang dinilai tidak mengutamakan meritokrasi atau penempatan berdasarkan kompetensi dan prestasi.

 

“Menteri tidak dipilih berdasarkan meritokrasi, semua aristokrasi,” kata salah satu orator.

Aksi solidaritas dua tahun Prabowo-Gibran itu tidak hanya diisi dengan orasi. Aliansi Soedirman Melawan juga menggelar lapak baca buku, pasar baju gratis, dan pembagian beras gratis kepada masyarakat.

Monolog Kritik Kerusakan Hutan, Aktor Sindir Prabowo

Kritik terhadap persoalan lingkungan turut disampaikan melalui pertunjukan monolog oleh Fibra. Pertunjukan tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat yang bergantung pada alam, sekaligus dampak kerusakan hutan terhadap keberlangsungan hidup.

Dalam monolognya, Fibra menceritakan perubahan lingkungan ketika hutan terbakar, tanah mengering, dan sumber air tidak lagi diketahui asalnya.

“Tubuhku terbakar, tanahku hangus dan aku tetap hidup. Di tanah ini pula aku melihat segalanya,” demikian penggalan monolog Fibra.

Pertunjukan itu juga menyampaikan sindiran terhadap janji-janji penguasa melalui gambaran kerusakan alam yang harus ditanggung masyarakat.

Sementara itu, salah satu orator menyampaikan kritik satir saat membuka forum aksi dengan menghubungkan peringatan dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran dengan persoalan kebakaran hutan di Kalimantan.

“Selamat ulang tahun Prabowo, api lilin untuk Anda ada di kebakaran hutan Kalimantan,” ucapnya.

Melalui orasi, pertunjukan seni, dan kegiatan berbagi, Aliansi Soedirman Melawan menjadikan peringatan dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran sebagai momentum untuk menyampaikan kritik terhadap arah kebijakan pemerintah sekaligus membangun solidaritas dengan masyarakat.

Penulis

Reazon-03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *